Pemberdayaan Masyarakat Singkep: Tim KKN-PPM UGM, IISM, dan Pemerintah Lingga Siap Berkolaborasi

Tim unit KKN-PPM UGM lokasi Desa Marok Kecil Kabupaten Lingga

Adanya kebutuhan masyarakat Singkep, Kabupaten Lingga untuk tumbuh secara berkelanjutan dan melepaskan ketergantungan eksploitasi pertambangan timah di masa lalu, salah satunya adalah dengan mengembangkan sektor-sektor lain yang sifatnya terbarukan seperti integrasi peternakan dan pertanian. Upaya melepaskan pengembangan sektor tersebut perlu dukungan pemangku kepentingan yang lebih luas, maka dari itu, dengan difasilitasi oleh IISM, UGM merespon kebutuhan tersebut dengan menerjunkan mahasiswanya melalui program kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) yang dilakukan setiap tahun. Sebagai Universitas Kerakyatan, penting pula bagi UGM untuk melaksanakan dharma pengabdian, salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melaksanakan kegiatan yang mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu kegiatan ini pun dirasa mampu menjawab kebutuhan masyarakat Singkep dalam upaya pengembangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Read more

Pemanfaatan Potensi Wisata pada Kawasan Pascatambang

Salah satu permasalahan jangka panjang dalam kegiatan pertambangan adalah ketika kekayaan alam pada kawasan tambang telah habis dan ditutup. Penutupan tambang merupakan hal yang pasti terjadi. Permasalahan muncul ketika peruntukkan pascatambang tidak dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat. Oleh sebab itu, kewajiban mereklamasi lahan pascatambang di Indonesia pun diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang. Tujuan akhir reklamasi pada dasarnya adalah untuk memperbaiki ekosistem lahan pascatambang, salah satunya melalui perbaikan kesuburan tanah dan penanaman lahan di permukaan, sehingga dapat dimanfaatkan secara ekonomi dan mendorong kesejahteraan sosial masyarakat. Read more

Setelah Tambang Timah di Singkep: Catatan Perjalanan di Singkep, Kab Lingga Provinsi Kepulauan Riau

oleh: Abdul Qodir Jaelani (Qodja) & Rezki Syahrir

Lokasi Pulau Singkep

Prolog

Bekas Tempat Tinggal Petinggi UPTS yang Sekarang jadi Gedung Daerah Dabo-Singkep.

Ada perasaan segan tatkala menatap bangunan ini. Sisa-sisa dari keangkuhan masa lalu ketika mesin-mesin pengeruk timah masih beroperasi di Singkep dan menjadi tulang punggung perekonomian. Saat itu Singkep mengalami masa kejayaan di bidang ekonomi dan pembangunan karena aktivitas penambangan timah yang sudah eksis hampir dua abad dan menopang segala kemajuan di Singkep.

Dahulu Rumah berarsitektur khas Belanda ini menjadi tempat bermukimnya para petinggi UPTS (Unit Penambangan Timah Singkep). Menjadi ciri khas dan kebanggaan kota yang berdiri indah di atas bukit dan dikelilingi oleh pohon pisang kipas dan pohon rindang. Sebagian bangunan kini dialihfungsikan oleh pemerintah setempat menjadi aset negara. Sebagian dijual dengan harga murah oleh mantan karyawan dan pejabat setempat kepada yang mau membeli. Read more

Menggali Potensi Kesejahteraan Sosial dari Industri Pertambangan Emas untuk Pembangunan Berkelanjutan di Nabire, Papua

Sebuah Industri sejatinya harus memberikan dampak kesejahteraan ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bukan hanya bagi pelaku usaha industri namun juga pemangku kepentingan lain seperti  masyarakat  setempat dan pemerintah selaku pengelola sumber daya. Tidak terkecuali pada industri pertambangan. Pengelolaan sumber daya mineral (pertambangan) telah tercantum pada Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, dimana dalam pengelolaannya harus disertai akan kewajiban untuk mempergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan tidak memberikan ruang bagi kejahatan lingkungan. Jika pengelolaan pertambangan oleh pelaku usaha tidak memperhatikan hal-hal tersebut, tentunya akan mempengaruhi kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 59 Tahun 2017. Read more

IISM Membangun Kesadaran akan Isu, Dampak dan Manfaat Industri Tambang dengan Komunitas Mata Kita dan Najwa Shihab

Yogyakarta, Kamis (01/03/2018) siang itu bertempat di Filosofi Kopi, salah satu kedai kopi populer di kota pelajar tersebut, dipenuhi oleh pemuda pemudi inspiratif yang hadir dalam diskusi terbuka Komunitas Mata Kita. Komunitas yang terbentuk awal tahun 2018 ini bukan hanya merupakan Komunitas penggemar yang lahir dari  ketertarikan dengan acara TV Mata Najwa, namun lebih dari itu, Komunitas Mata Kita mengajak kaum muda untuk bisa menyentuh ke inti kegiatan Komunitas melalui berbagai workshop, merchandise dan menjadi relawan di kegiatan-kegiatan komunitasnya di kota-kota di seluruh Indonesia. Dalam diskusi terbuka siang itu, Komunitas Mata Kita bersama Najwa Shihab hadir untuk dapat menjadi wadah ide-ide kreatif dari kaum muda. Harapannya, ide-ide tersebut dapat diwujudkan dalam sebuah kegiatan kreatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Read more

IISM’s Water and Sanitation Program Conducts a Scientific Research in Gunung Kidul Regency

The IISM’s water and sanitation project manager, Mr. Anang-Bagus Setiawan has been chosen by the KURITA Water and Environmental Foundation Japan to conduct his scientific research tittled ‚Optimizing the anaerobic processes of the anaerobic baffled reactor of SANIMAS wastewater in Gunung Kidul Regency’.

The award ceremony was held in Hanoi University of Civil Engineering on 17th August 2017. The program itself aims to promote human resource development through researches to solve water and/or environmental problems in South East Asia, in Particularly Indonesia, Vietnam and Thailand. Read more

IISM Goes to Campus: Mengenal Lebih Dalam Tentang Sumber Daya dan Tata Kelola Lingkungan

Direktur IISM, Rezki Syahrir didampingi Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, Hardianto Hawing, S.T., M.A memberikan materi kuliah tamu

Jumat Siang, 29 Desember 2017 selepas jam makan siang tepatnya pukul 14.00 WIB, sejumlah mahasiswa dan mahasiwi memadati Gedung Iqra lantai 5 ruang sidang Fisif Universitas Muhammadiyah Makassar di Jln. Sultan Alaudiin, Makassar. Antusiasme mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ini didasari oleh rasa keingintahuan yang mendalam tentang tema kuliah tamu saat itu, yaitu tata kelola lingkungan. Suasana yang berbeda dirasakan oleh 64 mahasiwa ketika Direktur Indonesian Institute for Sustainable Mining (IISM), Rezki Syahrir, ST, S.IP, MBA, M.Si, dalam kesempatan itu menjadi pembicara materi kuliah dan membagikan ilmu serta pengalamannya di bidang sumber daya dan tata kelola lingkungan. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang sumber daya khususnya pertambangan dan telah melakukan banyak riset tentang sumber daya dan pengelolaan lingkungannya. Read more

Sejarah dan Konsep Pembangunan Berkelanjutan sebagai Tujuan Sosial dan Prinsip Dasar Pembangunan Berkelanjutan

Konsep Sustainable Development atau Pembangunan Berkelanjutan pertama kali diperkenalkan sebagai tujuan sosial pada konferensi pertama PBB dalam bidang Lingkungan Hidup di Stocklom pada tahun 1972. Latar belakang diadakan konferensi tersebut dipicu oleh kekhawatiran global akan kemiskinan yang berlarut-larut dan meningkatnya ketidakadilan sosial, ditambah dengan kebutuhan pangan dan masalah lingkungan global serta kesadaran bahwa ketersedian sumber daya alam untuk mendukung pembangunan ekonomi amatlah terbatas. Read more

Focus Group Discussion: Kajian Tindakan Karantina Hewan Dan Sentra Peternakan Berbasis Pulau Menuju Kemandirian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Lingga


Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, merupakan salah satu dari banyaknya daerah di Indonesia yang masih berjuang untuk melepas ketergantungan terhadap eksploitasi lahan tambang di masa lalu. Pulau Singkep, salah satu pulau di Kabupaten Lingga pernah berjaya akan pengelolaan penambangan timah sejak 1812 sebelum akhirnya BUMN timah terbesar kala itu, PT Timah Tbk menghentikan kegiatan penambangan timahnya pada tahun 1992 dan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat Pulau Singkep. Menyadari hal tersebut, pemerintah Kabupaten Lingga hingga kini terus berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui sektor ekonomi seperti Peternakan, Pertanian, Perikanan  dan Pariwisata. Kabupaten Lingga yang memiliki lebih dari 600 pulau merupakan suatu kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan. Saat ini, Bupati Lingga, Alias Wello, memusatkan sektor peternakan dan pertanian pada pemanfaatan pulau-pulau di Kabupaten Lingga. Read more

IISM and BGR Site Visit to Former Tin Mining Area in Singkep Island

Last October, 16-18, 2016,  Indonesia Institute of Sustainable Mining (IISM) represented by Rezki Syahrir together with the Federal Institute for Geosciene and Natural Resources (BGR) represented by Christoph Klein conducted a site visit to Singkep, Lingga Regency, and to Bintan, Bintan Regency, Province Riau islands . The visit came in the framework of research and comparative studies on the used land mining at the site. Read more