Setelah Tambang Timah di Singkep: Catatan Perjalanan di Singkep, Kab Lingga Provinsi Kepulauan Riau

oleh: Abdul Qodir Jaelani (Qodja) & Rezki Syahrir

Lokasi Pulau Singkep

Prolog

Bekas Tempat Tinggal Petinggi UPTS yang Sekarang jadi Gedung Daerah Dabo-Singkep.

Ada perasaan segan tatkala menatap bangunan ini. Sisa-sisa dari keangkuhan masa lalu ketika mesin-mesin pengeruk timah masih beroperasi di Singkep dan menjadi tulang punggung perekonomian. Saat itu Singkep mengalami masa kejayaan di bidang ekonomi dan pembangunan karena aktivitas penambangan timah yang sudah eksis hampir dua abad dan menopang segala kemajuan di Singkep.

Dahulu Rumah berarsitektur khas Belanda ini menjadi tempat bermukimnya para petinggi UPTS (Unit Penambangan Timah Singkep). Menjadi ciri khas dan kebanggaan kota yang berdiri indah di atas bukit dan dikelilingi oleh pohon pisang kipas dan pohon rindang. Sebagian bangunan kini dialihfungsikan oleh pemerintah setempat menjadi aset negara. Sebagian dijual dengan harga murah oleh mantan karyawan dan pejabat setempat kepada yang mau membeli. Read more

Menggali Potensi Kesejahteraan Sosial dari Industri Pertambangan Emas untuk Pembangunan Berkelanjutan di Nabire, Papua

Sebuah Industri sejatinya harus memberikan dampak kesejahteraan ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bukan hanya bagi pelaku usaha industri namun juga pemangku kepentingan lain seperti  masyarakat  setempat dan pemerintah selaku pengelola sumber daya. Tidak terkecuali pada industri pertambangan. Pengelolaan sumber daya mineral (pertambangan) telah tercantum pada Pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945, dimana dalam pengelolaannya harus disertai akan kewajiban untuk mempergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dan tidak memberikan ruang bagi kejahatan lingkungan. Jika pengelolaan pertambangan oleh pelaku usaha tidak memperhatikan hal-hal tersebut, tentunya akan mempengaruhi kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia. Nomor 59 Tahun 2017. Read more

IISM Membangun Kesadaran akan Isu, Dampak dan Manfaat Industri Tambang dengan Komunitas Mata Kita dan Najwa Shihab

Yogyakarta, Kamis (01/03/2018) siang itu bertempat di Filosofi Kopi, salah satu kedai kopi populer di kota pelajar tersebut, dipenuhi oleh pemuda pemudi inspiratif yang hadir dalam diskusi terbuka Komunitas Mata Kita. Komunitas yang terbentuk awal tahun 2018 ini bukan hanya merupakan Komunitas penggemar yang lahir dari  ketertarikan dengan acara TV Mata Najwa, namun lebih dari itu, Komunitas Mata Kita mengajak kaum muda untuk bisa menyentuh ke inti kegiatan Komunitas melalui berbagai workshop, merchandise dan menjadi relawan di kegiatan-kegiatan komunitasnya di kota-kota di seluruh Indonesia. Dalam diskusi terbuka siang itu, Komunitas Mata Kita bersama Najwa Shihab hadir untuk dapat menjadi wadah ide-ide kreatif dari kaum muda. Harapannya, ide-ide tersebut dapat diwujudkan dalam sebuah kegiatan kreatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Read more

IISM’s Water and Sanitation Program Conducts a Scientific Research in Gunung Kidul Regency

The IISM’s water and sanitation project manager, Mr. Anang-Bagus Setiawan has been chosen by the KURITA Water and Environmental Foundation Japan to conduct his scientific research tittled ‚Optimizing the anaerobic processes of the anaerobic baffled reactor of SANIMAS wastewater in Gunung Kidul Regency’.

The award ceremony was held in Hanoi University of Civil Engineering on 17th August 2017. The program itself aims to promote human resource development through researches to solve water and/or environmental problems in South East Asia, in Particularly Indonesia, Vietnam and Thailand. Read more

IISM Goes to Campus: Mengenal Lebih Dalam Tentang Sumber Daya dan Tata Kelola Lingkungan

Direktur IISM, Rezki Syahrir didampingi Dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, Hardianto Hawing, S.T., M.A memberikan materi kuliah tamu

Jumat Siang, 29 Desember 2017 selepas jam makan siang tepatnya pukul 14.00 WIB, sejumlah mahasiswa dan mahasiwi memadati Gedung Iqra lantai 5 ruang sidang Fisif Universitas Muhammadiyah Makassar di Jln. Sultan Alaudiin, Makassar. Antusiasme mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar ini didasari oleh rasa keingintahuan yang mendalam tentang tema kuliah tamu saat itu, yaitu tata kelola lingkungan. Suasana yang berbeda dirasakan oleh 64 mahasiwa ketika Direktur Indonesian Institute for Sustainable Mining (IISM), Rezki Syahrir, ST, S.IP, MBA, M.Si, dalam kesempatan itu menjadi pembicara materi kuliah dan membagikan ilmu serta pengalamannya di bidang sumber daya dan tata kelola lingkungan. Beliau dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang sumber daya khususnya pertambangan dan telah melakukan banyak riset tentang sumber daya dan pengelolaan lingkungannya. Read more