Ondos N Saragih

Sekretaris Lembaga
Peneliti bidang kajian lingkungan hidup

Ondos N. Saragih merupakan alumnus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Ondos adalah peneliti senior IISM pada bidang kajian lingkungan hidup termasuk dalam kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat. Ondos memimpin tim pengembangan teknologi reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang dan lahan kritis lainnya untuk kepentingan revegetasi yang mapan. Teknologi yang kemudian diberi nama Biorehab ini dapat diterapkan pada lahan tanpa tanah pucuk (topsoil), miskin unsur hara, dan dengan kadar keasaman tinggi. Inovasi ini telah dilaksanakan oleh beberapa perusahaan pertambangan karena dapat memecahkan kendala teknis sekaligus memenuhi skala ekonomis termasuk untuk daerah pedalaman, minim infrastruktur, bahkan pulau-pulau yang relatif kecil.

Ondos menguasai metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta piawai menyusun instrumen penelitian sosial dan lingkungan dengan mengadopsi standar-standar terbaik yang berlaku internasional. Ondos berpengalaman melakukan penelitian di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, termasuk melakukan studi dan investigasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adat dan komunitas lokal.

Pada tahun 2014, Ondos memimpin tim IISM melakukan pemetaan pemangku kepentingan dan pemberdayaan masyarakat di masyarakat desa di Simalungun, Sumatera Utara, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Jerman di Jakarta. Pada tahun 2014-2015, Ondos bertindak sebagai koordinator peneliti sosial dan lingkungan terkait rencana penambangan bauksit di Kalimantan Barat pada wilayah kerja salah satu BUMN. Hasil pemetaan sosial terhadap masyarakat adat tersebut membuat tingkat penerimaan sosial perusahaan meningkat dan masyarakat menjadi terbuka terhadap investasi.

Ondos juga merupakan koordinator proyek, penyusun instrumen penelitian sosial-ekonomi-lingkungan, dan analis proyek pemetaan sosial partisipatif dan sensus lahan pada wilayah kerja rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kabupaten Landak, Propinsi Kalimantan Barat. Proyek ini terlaksana atas dukungan dana dari Millennium Challenge Account Indonesia pada tahun 2015.