REZKI SYAHRIR S.T, S.IP., M.B.A., M.SC, Phd

Direktur IISM
Peneliti Tata Kelola Sumber Daya dan Pembangungan Berkelanjutan

Rezki Syahrir adalah pakar pembangunan berkelanjutan dalam industri ekstraktif.

Rezki Syahrir secara konsisten telah menjaga perhatiannya pada bidang tata kelola industri ekstraktif dan kajian-kajian multidisiplin pada sektor energi dan sumber daya mineral. Sejak tahun 2005, dia telah aktif terlibat dalam penelitian dan pengembangan tata kelola sumber daya mineral, serta berbagai kajian sosial-ekonomi investasi pertambangan di berbagai daerah. Pada tahun 2013 dia mendirikan Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM), sebuah lembaga non pemerintah pertama yang aktif mempromosikan penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di sektor pertambangan dan pengolahan mineral serta industri ekstraktif lainnya di Indonesia. Dia merupakan salah satu narasumber bidang ini pada beberapa seminar dan konferensi internasional, antara lain: Sustainable Mining Conference di Chili (2021), Extractive Industry Geology di UK tahun (2021), Annual OECD Meeting of Mining Regions and Cities, Darwin, Australia (2018).

Rezki Syahrir memulai pendidikan sarjana tahun 2001 pada dua jurusan sekaligus, yaitu Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, dan Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta. Pendidikan S2 dia fokuskan pada bidang Management of Resources and Environment di Technische Universität Bergakademie Freiberg (TUBAF), Germany, dan terpilih mengikuti program double degree dengan KMITL Ladkrabang, Thailand. Dia memperoleh gelar PhD pada tahun 2021 dari Camborne School of Mines, University of Exeter, United Kingdom, dengan konsentrasi kajian Resource Governance and Sustainable Development in Mining Industry.

Saat ini Rezki Syahrir merupakan advisor tata kelola sumber daya dan pembangunan berkelanjutan untuk beberapa daerah pertambangan di Indonesia. Dia juga aktif dalam Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Dewan Penasehat Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI). Selain itu, dia juga bekerja sebagai pelaku usaha tambang mulai dari kegiatan eksplorasi hingga restorasi. Dia merupakan pendiri sekaligus menjabat sebagai direktur atau komisaris di beberapa perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang salah satu kegiatan utamanya adalah melakukan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dia juga merupakan penulis dan reviewer di jurnal bereputasi internasional Scopus.