Pos

Reklamasi Bekas Lahan Bauksit

Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM) bekerjasama dengan PT Agricola Nusantara Baramineral melakukan reklamasi untuk lahan bekas tambang bauksit di Kalimantan Barat.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), reklamasi didefinisikan sebagai usaha memperluas tanah dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna. Apakah metode yang sama juga berlaku untuk reklamasi lahan bekas tambang? Video reklamasi ini akan menceritakan bagaimana proses reklamasi lahan berjalan.

Reklamasi Lahan Bekas Tambang Bauksit

Indonesian Institute for Sustainable Mining (IISM) dan PT Agricola Nusantara Baramineral (ANB) mempersembahkan program reklamasi lahan bekas tambang dan rehabilitasi lahan-lahan kritis. Ini adalah solusi untuk lahan yang miskin unsur hara serta yang minim atau tanpa topsoil sekalipun.

Read more

In-House Training PT Antam dengan PT Indmira dan IISM

Kegiatan pertambangan berpotensi menyebabkan gangguan terhadap lingkungan. Maka dari itu, kegiatan reklamasi menjadi tahapan kegiatan yang sangat penting pada pascatambang. Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang bertujuan untuk menjadikan lahan bekas tambang sebagai lahan yang lebih bermanfaat. Misalnya lahan bekas tambang yang dapat dijadikan usaha perikanan atau revegetasi. Tentunya, konsep pemanfaatan lahan bekas tambang pada kegiatan reklamasi ini nantinya harus sesuai dengan rencana pembangunan daerah. Read more

Hari Bumi dan Reklamasi Pertambangan di Indonesia

Buku Silent Spring, buku kontroversial terbit tahun 1962 yang mampu menggugah kesadaran masyarakat Amerika Serikat terhadap lingkungan

Setiap tanggal 22 April, seluruh dunia memperingatinya sebagai hari bumi. Peringatan hari bumi ini dimaknai dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang dihuni oleh manusia yaitu bumi. Penetapan hari bumi ini dicetuskan oleh seorang pengajar ilmu lingkungan sekaligus Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson di Amerika Serikat pada tahun 1970. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1960-an, Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang cukup aktif melakukan opini kritis dan aksi-aksi protes tentang pencemaran lingkungan. Hal ini dipengaruhi oleh terbitnya sebuah buku yang berjudul “Silent Spring” karya Rachel Carson pada tahun 1962. Buku ini membangun kesadaran akan lingkungan hidup pada masyarakat di Amerika Serikat. Buku ini secara terkonsentrasi mengangkat masalah seputar lingkungan hidup yang sedang terjadi di Amerika dan akan membahayakan manusia, yaitu kesadaran akan bahayanya penggunaan pestisida DTT pada pertanian yang menimbulkan kematian ekosistem makhluk hidup serta berpotensi menciptakan penyakit baru bagi manusia. Dalam bukunya, Carson mengatakan bahwa bencana alam diciptakan oleh manusia itu sendiri dengan cara merusak bumi. Sejak beredarnya buku ini, satu persatu muncul berbagai kelompok maupun organisasi yang bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan hidup sehingga melahirkan gerakan lingkungan global. Read more