IISM bersama berbagai praktisi dan peneliti melakukan inisiasi baru untuk mencapai target net zero emission di Indonesia. Kolaborasi ini berfokus pada transisi energi bersih dan efisiensi sumber daya.
Jakarta - IISM kembali menjalin kerja sama dengan sejumlah praktisi dan peneliti untuk menekan angka emisi di sektor industri. Langkah nyata ini difokuskan pada upaya transisi energi dan efisiensi sumber daya yang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2026.
Krisis iklim global saat ini menuntut perubahan mendesak. Di Indonesia, sektor industri ekstraktif dan manufaktur masih menjadi penyumbang emisi karbon terbesar. Karena itu, diperlukan langkah perbaikan tanpa harus mengorbankan pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui riset dan kolaborasi ini, IISM berharap dapat menyusun panduan (blueprint) dekarbonisasi yang mudah diterapkan oleh berbagai perusahaan.
Program kerja sama ini akan memprioritaskan tiga hal berikut:
Tahun ini, sudah ada lebih dari 20 perusahaan yang bergabung. Harapannya, pada akhir tahun 2026 nanti, jejak karbon dari perusahaan-perusahaan tersebut bisa berkurang hingga 15%.
Selain berdampak baik bagi lingkungan, program ini juga diyakini dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal yang dilibatkan langsung dalam proyek perbaikan lingkungan tersebut.