Pertambangan Berkelanjutan untuk Menghadapi Tantangan Global

Apakah benar pertambangan berkelanjutan tidak bisa diwujudkan? Aktivitas tambang seringkali dianggap tidak dapat berkontribusi bagi sustainable development atau pembangunan berkelanjutan. Keberlimpahan sumber daya alam yang seharusnya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seringkali malah menjadi kutukan bagi sebuah negara. Di dalam forum Georesources-Solutions to Global Challenges, University of Exeter, Rezki Syahrir, Direktur IISM, memberikan sudut pandang lain tentang pertambangan berkelanjutan.

Kutukan sumber daya alam

Kutukan sumber daya alam menyatakan bahwa wilayah dengan sumber daya alam yang banyak seringkali memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang lambat. Pertumbuhan ekonomi mereka biasanya berada di bawah wilayah lain yang tidak memiliki cadangan sumber daya alam. Padahal, sumber daya alam yang berlimpah bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat lokal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, yang terjadi seringkali berkebalikan. Aktivitas tambang hanya dapat memberikan manfaat jangka pendek ketika operasi tambang masih aktif. Akibatnya, setelah aktivitas tambang berakhir, masyarakat di wilayah bekas tambang akan hidup berdampingan dengan dampak negatif dari operasi tambang masa lalu.

Situasi inilah yang kemudian menjadikan beberapa pengamat ekonomi menganggap bahwa industri tambang tidak dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Eksploitasi yang dilakukan terus menerus akan mengurangi cadangan sumber daya yang ada di dalam bumi. Di tahun-tahun berikutnya, sumber daya semakin menipis dan habis. Kondisi ini menjadikan aktivitas tambang berakhir dan menghentikan aktivitas ekonomi sekaligus pembangunan di wilayah tambang.

Namun, apakah situasi tersebut tidak dapat diatasi?

Pentingnya tata kelola untuk mewujudkan sustainable mining

Rezki Syahrir, Direktur IISM, dalam presentasinya di Universitas Exeter memberikan sudut pandang lain tentang pertambangan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat dapat melakukan intervensi untuk memperoleh manfaat jangka panjang dari aktivitas pertambangan. Lebih lanjut lagi, kunci untuk mewujudkan manfaat jangka panjang ini terletak pada tata kelola pemerintah serta masyarakat di wilayah tambang untuk berkembang dan melepaskan ketergantungan terhadap aktivitas tambang. Misalnya, pemerintah serta masyarakat lokal melakukan diversifikasi ekonomi, mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di wilayah tersebut, hingga memaksimalkan pengelolaan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Tata kelola yang baik menjadikan masyarakat lokal tumbuh dan berkembang bersama dengan aktivitas tambang yang ada di wilayahnya. Dengan cara ini, sumber ekonomi utama tidak hanya berasal dari aktivitas tambang saja, tetapi juga berasal dari sektor lain. Ketika operasi tambang berakhir, sektor industri lain tetap berjalan dan menggerakkan perekonomian masyarakat lokal. Fasilitas umum yang penting, seperti layanan kesehatan dan pendidikan juga tetap bisa berjalan seperti biasa. Tata kelola inilah yang akan menjadikan masyarakat lokal dapat terus menikmati manfaat jangka panjang dari aktivitas tambang yang ada di wilayahnya.

Sektor pertambangan, seperti halnya sektor industri lainnya, tetap bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan berkelanjutan apabila dikelola dengan tepat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *