In-House Training PT Antam dengan PT Indmira dan IISM

Kegiatan pertambangan berpotensi menyebabkan gangguan terhadap lingkungan. Maka dari itu, kegiatan reklamasi menjadi tahapan kegiatan yang sangat penting pada pascatambang. Kegiatan reklamasi lahan bekas tambang bertujuan untuk menjadikan lahan bekas tambang sebagai lahan yang lebih bermanfaat. Misalnya lahan bekas tambang yang dapat dijadikan usaha perikanan atau revegetasi. Tentunya, konsep pemanfaatan lahan bekas tambang pada kegiatan reklamasi ini nantinya harus sesuai dengan rencana pembangunan daerah.

Sejalan dengan tujuan konsep tersebut, maka pada hari Rabu, 11 Juli 2018, salah satu perusahaan tambang di Indonesia yang telah melakukan kegiatan tambang nikel sejak 1968, yaitu PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam, melakukan kegiatan In-House Training dengan PT Indmira. PT Indmira merupakan sebuah perusahaan berbasis teknologi yang telah melakukan penelitian dan pengembangan agrokomplek (pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan) serta rehabilitasi lingkungan dan telah menjadi salah satu mitra kerja terbaik IISM. Pada kegiatan in house-training tersebut, IISM yang terus mendorong konsep-konsep pengelolaan lingkungan pada sektor pertambangan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, ikut memberikan pendampingan yang berkaitan dengan pertambangan. Tujuan dilakukan kegiatan in-house training ini adalah memberikan pelatihan dan pemindahan pengetahuan tentang revegetasi untuk reklamasi pada lahan tambang. Selain itu, kegiatan ini juga memungkinkan terjadinya knowledge sharing dan penawaran solusi pada masalah reklamasi yang dihadapi oleh PT Antam dan lahan-lahan bekas tambang lain di Indonesia.

Peserta in-house training PT Antam dari departemen SHE yang diwakili oleh Toga Pakpahan, Jumadil dan Abdul Rasyid melakukan kegiatan observasi dan pelatihan lapangan di tiga tempat, yaitu di lahan riset PT Indmira di Jl. Kaliurang km. 16,3, lahan pembibitan di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Pembenihan & Pembibitan Gunungkidul, dan di lahan pertanian pasir pantai PT Indmira di pantai Kuwaru Pandansimo Bantul. Pendampingan oleh PT Indmira diwakili oleh Ardila Yulianti selaku Project Management, Tri Wibowo selaku Agronomist, serta Rezki Syahrir dan Probo Radityo dari IISM selaku ahli pengelolaan pertambangan dan ahli perencanaan reklamasi.

Harapan dari terlaksananya kegiatan ini, IISM dan PT Indmira dapat bersama-sama membangun kerjasama dengan PT Antam baik dalam kegiatan riset maupun kegiatan reklamasi di masa depan. Dengan terciptanya kerjasama diantara pihak-pihak ini, maka harapan untuk dapat lebih mendorong konsep pembangunan berkelanjutan melalui lingkungan, ekonomi dan sosial dari sektor pertambangan di Indonesia dapat terwujud.

Ditulis oleh Fitria Yuniarti

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *